Shiny Flashy Green Matrix DESA TALANGO KECAMATAN TALANGO KABUPATEN SUMENEP

Sabtu, 12 Agustus 2017

Info Transportasi

       BECAK


Salah satu transportasi yang digunakan oleh masyarakat Talango sebagai mata pencaharian adalah becak. Mereka memodifikasinya menjadi becak motor atau yang sering disebut dengan bentor. Becak seringkali digunakan untuk mengangkut penumpang dari pelabuhan Talango menuju ke Asta Sayyid Yusuf. Bukan hanya mengangkut penumpang yang akan berkunjung ke Asta Sayyid Yusuf, namun juga mengangkut orang-orang yang hendak pergi ataupun pulang dari pasar. Ada juga becak yang di desain untuk memuat siswa sekolah dasar dengan desain yang unik dan hanya ada di Talango.


      TONGKANG

Poteran merupakan sebuah pulau yang dipisahkan oleh beberapa meter laut. Durasi waktu menuju pulau Poteran dari pelabuhan Kalianget hanya memerlukan waktu kurang lebih 10 menit dengan menggunakan tongkang. Tongkang merupakan sebuah kapal penyeberangan yang bentuknya lebih kecil daripada bentuk kapal penyebarangan pada umumnya. Tongkang juga merupakan salah satu sumber mata pencaharian masyarakat Talango. Dengan adanya tongkang, masyarakat luar merasa terbantu sekali dalam hal penyeberangan menuju ke pulau Poteran.

BPD(Badan Permusyawaratan Desa)

Susunan Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
Ketua BPD
:
JUNAIDI
Anggota I
:
MARDIANA
Anggota II
:
HARIADI
Anggota III
:
TITIK NURUL
Anggota IV
:
YUSTIN
Anggota V
:
IFUD

Selasa, 08 Agustus 2017

Bangunan Bersejarah

      

Masjid Jamik Baiturrahman Talango (Masjid Satu Tiang)
       Salah satu bangunan bersejarah di desa Talango adalah Masjid Jamik Baiturrahman Talango. Masjid ini berdiri pada hari Kamis tepatnya tanggal 23 Rabi’ul Awal tahun 1212 H atau pada masa kerajaan Pangeran Nata Kusuma atau yang lebih dikenal dengan sebutan Raja Sumenep. Beliau memerintahkan untuk membangun sebuah kubah di daerah Talango yang kemudian dijadikan masjid. Warga seringkali menyebutnya dengan masjid satu tiang. Makna dari satu tiang adalah bahwa tuhan maha esa. Jadi, Pangeran Nata Kusuma ingin menyampaikan kepada masyarakat Talango bahwa Allah itu maha esa. Masjid ini pernah mengalami direnovasi pada era reformasi atau sekitar pada tahun 1980 M. Bagian masjid yang mengalami renovasi adalah bagian serambi masjid atau depan masjid. Meskipun hanya mengalami satu kali renovasi, masjid ini tetap berdiri kokoh hingga saat ini. 

Bangunan Bersejarah

Bangunan Bersejarah

Pada masa penjajahan bangsa Belanda, kabupaten Sumenep merupakan salah satu dari sekian banyak wilayah Indonesia yang menjadi tujuan bangsa Belanda, sehingga terdapat tempat-tempat bekas penjajahan Belanda, seperti rumah dan masjid yang hingga saat ini masih kokoh berdiri di desa Talango.

 Rumah Bekas Jajahan Belanda
Masa penjajahan Belanda di Indonesia dapat dikatakan cukup lama. Sehingga hal itu mengakibatkan adanya bekas atau sisa peninggalan jajahan Belanda yang berupa rumah. Arsitek atau bentuk rumah bekas jajahan Belanda tersebut berbentuk seperti rumah kuno pada masa jajahan Belanda. Namun saat ini rumah tersebut dimanfaatkan sebagai tempat tinggal warga setempat.

Sabtu, 05 Agustus 2017

STRUKTUR PEMERINTAHAN DESA
Struktur Pemerintah Desa Talango

Kepala Desa
:
ADNAN
Kaur Keuangan
:
NURUL SAFITRI
Kaur Umum
:
DEVI PRAYASTI
Kaur Perencanaan
:
TOPAN SARI
Kasi Kesra
:
YANTI MALA
Kasi Pemerintahan
:
HERMANTO
Kasi Pembangunan
:
MOH. HARIS
Kadus Pasar Daya
:
SD. HUSEIN
Kadus Masjid
:
BUHAINI
Kadus Sekola’an
:
BAHRAWI
Kadus Baru
:
ALI HARTONO
Kadus Karengan
:
AHMAD YANI
Kadus Banban
:
SRI FAYANTI

Fasilitas Sosial dan Ekonomi

fasilitas sosial dan ekonomi


No
Jenis Fasilitas
Jumlah
1
Tempat Ibadah
Masjid
Musholla
Gereja
Lainnya


08
22
-
-
2
Pendidikan
TK/RA
SD/MI
SMP/MTs
SMA/MA


1
4
-
-
3
Kesehatam
Bidan
Dukun Bayi
Posyandu
Puskesmas


05
03
06
01
4
Poskamling
06
5
Perdagangan
Toko
Warung
Warnet





02

Rabu, 26 Juli 2017

Peta Desa Talango

Peta Desa

Peta desa ini menggambarkan kondisi dan wilayah dari desa Talango. Desa Talango memiliki ketinggian tanah +5,5 m di atas permukaan laut dan luas wilayah 185.500 Ha dengan jumlah penduduk sekitar 6.535 jiwa yang terdiri dari 3.157 jiwa penduduk laki-laki dan 3.378 jiwa penduduk perempuan. Desa Talango memiliki 6 dusun yaitu dusun Masjid, dusun Baru, dusun Pasar Daya, dusun Ban-ban, dusun Karengan dan dusun Sekolaan. Dan juga terdapat 9 Rukun Warga (RW), dan 28 Rukun Tetangga (RT). Untuk sampai ke desa ini, dibutuhkan waktu kurang lebih 10 menit dari pelabuhan Kalianget dengan menyebrangi laut menggunakan kapal Tongkang atau perahu sampan. Desa Talango memiliki beberapa fasilitas, seperti Balai Desa, Poskesdes, Posyandu, Masjid, Sekolah Dasar dan Madrasah.